Antrian dengan Prioritas


   Sistem Antrian dengan Prioritas


   A.    Pengertian
Menurut Taha (1996, p135) teori antrian adalah teori yang menyangkut studi matematis dari antrian-antrian atau baris-baris penungguan. Formasi baris-baris penungguan merupakan suatu pelayanan melebihi kapasitas yang tersedia untuk menyelenggarakan pelayanan tersebut.
 Contoh- contoh kasus antrian:
   -      Surat yang menunggu di ketik oleh seorang sekretaris.
   -      Pasien yang menunggu di klinik rawat jalan.
   -      Para pembelanja yang berdiri didepan kounter di supermarket.

   
   

Dalam sistem antrian ada enam komponen dasar yang harus diperhatikan agar penyedia
fasilitas pelayanan dapat melayani para pelanggan yang berdatangan, yaitu :
a. Pola Kedatangan
Pola kedatangan para pelanggan biasanya diperhitungkan melalui waktu antar kedatangan, yaitu waktu antara kedatangan dua pelanggan yang berurutan pada suatu fasilitas pelayanan. Bila bentuk kedatangan ini tidak disebut secara khusus, maka dianggap bahwa pelanggan tiba satu per satu. Asumsinya ialah kedatangan pelanggan mengikuti suatu proses dengan distribusi probabilitas tertentu. Distribusi probabilitas yang sering digunakan adalah distribusi Poisson, di mana kedatangan bersifat bebas, tidak terpengaruh oleh kedatangan sebelum atau sesudahnya. Asumsi distribusi Poisson menunjukkan bahwa kedatangan pelanggan sifatnya acak dan mempunyai rata-rata kedatangan sebesar lamda  (Kakiay, 2004).

b. Pola Pelayanan
Pola pelayanan biasanya dicirikan oleh waktu pelayanan (service time), yaitu waktu yang dibutuhkan seorang pelayan untuk melayani seorang pelanggan. Waktu pelayanan (service time) adalah lamanya waktu sejak pelayanan diberikan kepada seorang pelanggan sampai selesai pada fasilitas pelayanan. Rata-rata pelayanan (mean server rate) diberi simbol μ. Simbol tersebut mewakili rata-rata banyaknya pelanggan yang dapat dilayani dalam satuan (unit) waktu. Sedangkan rata-rata waktu pelayanan (average service time) ialah rata-rata waktu yang dipergunakan untuk melayani per pelanggan , diberi simbol 1/μ unit (satuan) (Kakiay, 2004).

c. Fasilitas Pelayanan
Fasilitas pelayanan berkaitan erat dengan baris antrian yang akan dibentuk. Desain fasilitas
pelayanan ini dapat dibagi dalam tiga bentuk, yaitu :
a) Bentuk series, dalam satu garis lurus ataupun garis melingkar
b) Bentuk paralel, dalam beberapa garis lurus yang antara satu dengan yang lain paralel
c) Bentuk network station, yang dapat didesain secara series dengan pelayanan lebih dari
satu pada setiap stasiun. Bentuk ini dapat juga dilakukan secara paralel dengan stasiun
yang berbeda-beda (Kakiay, 2004).

d. Kapasitas Sistem
Kapasitas sistem adalah jumlah maksimum pelanggan, mencakup yang sedang dilayani dan yang berada dalam antrian, yang dapat ditampung oleh fasilitas pelayanan pada saat yang sama. Sebuah sistem yang tidak membatasi jumlah pelanggan di dalam fasilitas pelayanannya dikatakan memiliki kapasitas tak terhingga, sedangkan suatu sistem yang membatasi jumlah pelanggan yang ada dalam suatu fasilitas pelayanannya dikatakan memiliki kapasitas yang terbatas.

e. Disiplin Antrian
Menurut Kakiay (2004), disiplin antrian adalah aturan dimana para pelanggan dilayani, atau disiplin pelayanan (service discipline) yang mengatur urutan (order) para pelanggan menerima pelayanan.

f. Sumber Pemanggilan
Dalam fasilitas pelayanan, yang berperan sebagai sumber pemanggilan dapat berupa mesin maupun manusia. Apabila ada sejumlah mesin yang rusak maka sumber pemanggilan akan berkurang dan tidak dapat melayani pelanggan. Maka Permasalahan yang biasanya terjadi adalah sebagai berikut :
a) Sumber pemanggilan terbatas (finite calling source).
b) Sumber pemanggilan tak terbatas (infinite calling source) (Kakiay, 2004).

  
   B.    Sistem Antrian dengan Prioritas Pelayanan.
Antrian prioritas (priority quene), artinya pelayanan diberikan kepada pelanggan yang mempunyai kepentingan atau prioritas yang sangat tinggi. Terdapat dua macam peraturan dalam antrian prioritas yaitu disiplin preemtif (preemtive disciplne) yang ditulis PRD dan disiplin non-preemtif (non-preemtive disciplne) yang ditulis NPD. Disiplin preemtif berlaku ketika pelanggan dengan prioritas lebih tinggi memasuki sistem maka pelanggan tersebut langsung dapat dilayani meskipun pelanggan yang mempunyai prioritas yang lebih rendah berada dalam proses pelayanan. Aturan preemptive tidak menguraikan sistem antriannya secara mendalam. Disiplin non-preemtif berlaku ketika pelanggan dengan prioritas lebih tinggi memasuki sistem, baru akan dilayani setelah sebuah pelayanan yang sedang berlangsung terselesaikan. ,aturan nonpreemptive dibagi menjadi dua yaitu sistem dengan pelayanan tunggal dan multichannel. Penulisan model antrian sistem pelayanan tunggal yang disimbolkan (Mi/Mi/1):(NPD/∞/∞) dan pelayanan multichannel yang disimbolkan (Mi/M/c):(NPD/∞/∞) bertujuan untuk menentukan probabilitas steady state dan ukuran kerja sistem model antrian dengan prioritas pelayanan serta menganalisis ukuran kinerja sistem model antrian dengan prioritas pelayanan.

Sejauh ini dalam banyak penelitian, sering dianggap bahwa antrian unit pelayanan dilayani berdasarkan aturan yang datang pertama dilayani pertama (First Come First Serve). Jelas, bukan hanya FCFS saja jenis disiplin antrian yang digunakan. Terdapat jenis disiplin antrian lain, misalnya, pelanggan dipilih berdasarkan random/acak (Service In Random Order /SIRO) dan juga pelanggan dengan kedatangan terakhir akan dilayani pertama (Last Come First Serve/LCFS). Pada kenyataanya, selain ketiga jenis disiplin antrian diatas, unit juga dapat dilayani secara prioritas. Pada banyak organisasi, urutan di mana pelanggan akan dilayani tergantung pada tipe pelanggan. Jadi, jika terdapat prioritas tertinggi di dalam suatu sistem antrian, maka pelanggan dengan prioritas tertinggi itu akan lebih dahulu masuk ke dalam layanan sebelum prioritas yang lebih rendah. Sebagai contoh beberapa sistem komputer, pekerjaan yang lebih lama tidak akan memasuki pelayanan sampai semua pekerjaan yang lebih singkat pada antrian telah diselesaikan.   

contoh soal:
PT. Car mengoperasikan satu buah pompa bensin dengan satu operator. Rata-rata tingkaat kedatangan kendaraan mengikuti distribusi poisson yaitu 20 kendaraan per jam. Operator ddapat melayani rata-rata  25 mobil per jam, dengan waktu pelayanan setiap mobil mengikuti distribusi probabilitas eksponensial. Jika di asumsikan model sistem antrian yang digunakan operator tersebut (M/M/1), hitunglah:

   1.      Tingkat intensitas (kegunaan) pelayanan (p) 
   2.      Jumlah rata-rata kendaraan yang diharapkan dalam sistem (L)
   3.      Jumlah kendaraan yang diharapkan menunggu dalam antrian (Lq)
   4.      Waktu yang diharapkan oleh setiap kendaraan selama dalam sistem (menunggu pelayanan( (W)
   5.      Waktu yang diharapkan oleh setiap kendaraan untuk menunggu dalam antrian (Wq)

                                                                                     jawab :

 λ = 20 dan μ = 25

     1.      Tingkat intensitas (kegunaan) pelayanan atau p

    

angka tersebut menunjukan bahwa operator akan sibuk melayani kendaraan selama 80% dari waktunya. sedangkan 20% dari waktunya (1-p) yang sering disebut idle time akan digunakan operator untuk istirahat,dll

      2.                                                                             

angka tersebut menunjukan bahwa operator dapat mengharapkan 4 mobil yang berada dalam sistem.

      3.   


angka tersebut menunjukkan bahwa mobil yang menunggu untuk dilayani dalam antrian sebanyak 3,,20 kendaraan.


      4. 



angka tersebut menunjukan bahwa waktu rata-rata kendaraan menunggu dalam sistem selama 12 menit.


5. 

angka tersebut menunjukan bahwa waktu rata-rata kendaraan menunggu dalam antrian selama 9,6 menit.













Daftar Pustaka

Durratun Ni'amah,Sugito.2011.SISTEM ANTRIAN DENGAN PRIORITAS PELAYANAN.https://s.docworkspace.com/d/APpoQGr_v94l4sil8v6mFA
.6 Mei 2020

Riva’s home.2014. MODEL TEORI ANTRIAN.http://rvnurazidah.blogspot.com/2014/04/model-antrian_29.html?m=1.6 Mei 2020









Komentar

Postingan Populer